Selamat Datang di Website Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Bolaang Mongondow Selatan

Industri Kreatif Sumbang Rp642 Triliun PDB Indonesia

19 Apr 2018 - 11:07 / Penulis : Abdul Rahman Ismail

Industri kreatif dituntut untuk terus melakukan inovasi agar mampu berdaya saing dan meningkatkan nilai tambah produknya sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor yang berbasis Industri Kecil dan Menengah (IKM) ini menjadi prioritas dalam pengembangannya karena merupakan padat karya berorientasi ekspor.

"Hal ini sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Untuk itu, kami memacu upaya tersebut dengan melaksanakan berbagai kebijakan strategis seperti fasilitasi pameran ini," ujar Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/3/2018).

Gati menyampaikan, industri kreatif menyumbang sekitar Rp642 triliun atau 7,05% terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2015. "Kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner sebanyak 34,2%, mode atau fashion 27,9% dan kerajinan 14,88%," paparnya.

Gati melanjutkan, industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dengan kontribusinya mencapai 10,7% atau 11,8 juta orang. Dia menilai, industri kreatif nasional telah mampu bersaing di pasar global. 

"Kekuatan ini terletak pada sumber bahan baku yang melimpah dan berkelanjutan, didukung dengan keragaman corak dan desain produk yang berciri khas lokal, serta ditunjang oleh para perajin yang cukup kompeten," jelasnya.

Berdasarkan data BPS yang diolah Direktorat Jenderal IKM Kemenperin, IKM terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Hal ini terlihat dari capaian tahun 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3% dibandingkan 2015. Sementara itu, nilai tambah IKM di tahun 2014 sekitar Rp373 triliun menjadi Rp439 triliun tahun 2015 atau naik 17,6%.

"Untuk memacu produktivitas dan daya saing IKM, kami akan memberikan fasilitas pada tahun ini berupa pengembangan produk, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta promosi dan pameran. Selain itu juga akan dilaksanakan program bimbingan teknis, start-up capital, pendampingan, dan fasilitasi izin usaha industri," ungkap Gati.

Copyright © 2018 - DINAS PERINDAGKO DAN UMKM BOLAANG MONGONDOW SELATAN
(Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Bolang Mongondow Selatan)
Jln. Trans Sulawesi - Sulawesi Utara
Telp. 0542-xxxxxx Fax: 0542-xxxxx